Jakarta (KABARIN) - Aryna Sabalenka menghadapi perlawanan Iva Jovic di set pembuka, tetapi juara dua kali Australian Open itu menemukan jalan keluar, unggul, dan meraih kemenangan straight-set, Selasa, untuk lolos ke semifinal empat kali berturut-turut di Melbourne.
Petenis peringkat satu dunia itu mengakhiri perjalanan impian petenis Amerika berusia 18 tahun itu, meraih kemenangan 6-3, 6-0 dalam waktu kurang dari 90 menit di Rod Laver Arena untuk mencapai semifinal Grand Slam ke-14 dalam karirnya.
"Dia pemain muda yang hebat," kata Sabalenka dalam konferensi pers pasca pertandingan, dikutip dari WTA.
"Sangat senang bisa menang dalam dua set langsung, senang dengan level permainan saya hari ini dan ya, dia pemain yang luar biasa."
Sabalenka mengalahkan Jovic, yang memasuki pertandingan dengan penuh percaya diri setelah meraih kemenangan pertamanya atas petenis Top 10 di level WTA Tour, Jasmine Paolini, di babak ketiga, diikuti oleh kemenangan dominan atas Yulia Putintseva di babak 16 besar.
Namun, finalis tiga kali berturut-turut itu memulai pertandingan dengan cepat, mematahkan servis Jovic di awal pertandingan dan unggul 3-0 sebelum akhirnya petenis Amerika itu mencetak poin dengan mempertahankan servisnya selama delapan menit untuk skor 1-3.
Satu gim panjang lainnya, hampir sembilan menit dan menampilkan empat kali deuce, membuat Jovic tetap dalam jangkauan dengan skor 2-4.
Sementara itu, Sabalenka melaju cepat melalui gim servisnya dan mengamankan servisnya dengan mudah untuk skor 5-2.
Setelah Jovic akhirnya berhasil mempertahankan servisnya dengan lebih mudah, pada gim kesembilan dan terakhir di set tersebut Sabalenka berhasil mempertahankan servisnya untuk merebut set pertama tepat dalam satu jam.
Dari situ, unggulan teratas itu melaju, mengemas kemenangan telak di set kedua untuk menyingkirkan salah satu dari empat petenis putri Amerika yang tersisa di babak tersebut.
Dalam perempat final Grand Slam pertamanya, Jovic mengumpulkan cukup energi untuk mendapatkan dua poin break di gim terakhir, tetapi Sabalenka menyelamatkan yang kedua dengan ace sebelum menutup pertandingan dengan ace ketujuh dan terakhirnya.
"Di set kedua, saya merasa harus turun tangan dan memberikan tekanan lebih besar padanya," ujar Sabalenka.
"Karena saya bisa melihat bahwa dia masih muda, dia bersemangat, dan saya bisa tahu selama pertandingan bahwa berapa pun skornya, dia akan tetap berusaha."
Selanjutnya, Sabalenka akan menghadapi unggulan No.3 Coco Gauff atau unggulan No.12 Elina Svitolina.
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026